Kuliner Jogja

4 min read

Kalau mendengar kata Jogja, mungkin berbagai pilihan destinasi wisata langsung terbayang di kepala anda. Bukan hanya candi, keraton, museum, atau Jalan Malioboro, para wisatawan pasti juga akan terbayang tentang pilihan kulinernya yang ramah di kantong namun tetap nikmat.

Kuliner Jogja sering diidentikkan dengan kuliner mahasiswa dan kuliner legendaris yang sudah ada sejak lama. Beberapa bahkan sudah diturunkan ke generasi berikutnya namun tetap ramai pembeli karena cita rasa masa lampaunya tidak berubah. Berikut beberapa pilihan kuliner legendaris yang bisa anda coba ketika mampir ke Jogja.

Kuliner Legendaris Murah Meriah di Jogja ini Patut Dicoba

Tidak hanya terkenal akan destinasi wisatanya yang indah dan juga mempesona, makanan khas yang ada di tempat ini suka bikin ketagihan para pencicipnya, berikut adalah ulasannya

Kuliner Khas Jogja

  1. Mie Ayam Bu Tumini, Umbulharjo

Mie Ayam Bu Tumini, Umbulharjo

Para penggila bakmi tak lengkap rasanya kalau tak mancicipi kuliner Jogja yang satu ini. Mie Ayam Tumini memiliki ciri khas kuah coklat kental dan dilengkapi dengan lauk ayam atau ceker. Harganya terbilang murah, sekitar Rp 10.000 saja.

Terletak di Jalan Imogiri Timur Nomor 187, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Mie Ayam Tumini buka setiap hari mulai pukul 10.00 pagi hingga 17.00. Namun jangan datang terlalu sore karena Mie Ayam Tumini cepat sekali habis pada jam makan siang.

  1. Sate Kere Bu Dibyo, Beringharjo
Sate Kere Bu Dibyo, Beringharjo

Rugi rasanya jika sudah mampir ke Malioboro namun belum mencoba nikmatnya Sate Kere Bu Dibyo di Beringharjo. Sate kere berbahan dasar jeroan sapi dibakar menggunakan arang. Sejak dahulu, sate ini disajikan di atas pincukan daun pisang. Rasanya yang manis dan gurih akan makin nikmat jika dibakar sampai agak gosong.

  1. Gudeg Mbah Lindu, Sosrowijayan
Gudeg Mbah Lindu, Sosrowijayan

Mbah Lindu si empunya gudeg ini sudah berusia hampir 100 tahun. Walaupun banyak dibantu oleh anak-anaknya, Mbah Lindu ternyata masih aktif turut berjualan dan melayani pembeli sampai sekarang. Cita rasanya yang tidak berubah sejak dulu membuat pengunjung rela antre demi mendapatkan seporsi gudeg seharga Rp 15.000 ini.

  1. Sate Klatak Pak Bari, Pleret

Setelah kemunculannya di film AADC 2, warung makan yang satu ini jadi makin ramai dari biasanya. Rasa satenya memang begitu enak, empuk dan tidak bau. Uniknya, sate klatak tidak ditusuk dengan tusukan bambu seperti biasa, melainkan dengan jeruji sepeda yang terbuat dari besi. Sate ini cocok sekali disantap dengan gulai hangat.

  1. Es Buah PK, Jetis
Es Buah PK

PK adalah singkatan dari Pakuningratan karena warung ini memang berlokasi disana. Warung es buah kaki lima ini termasuk legendaris karena sudah berdiri sejak 1973. Es buah yang sukses membuat orang rela antre ini terdiri dari isian potongan nangka, cincau hitam, sawo, kelapa muda, alpukat, susu coklat dan parutan es.

  1. Gudeg Pawon, Umbulharjo
Gudeg Pawon Jogja

Gudeg Pawon terbilang cukup unik karena sesuai dengan namanya, anda diharuskan berdesak-desakan dengan para pengunjung lain di dalam pawon (dapur) untuk menikmati sajian gudegnya yang lezat. Keunikan lain dari gudeg yang sudah eksis sejak tahun 1958 ini adalah jam bukanya yang hanya berlangsung 3 jam saja tiap malam.

  1. Oseng Mercon Bu Narti, Ngampilan
Oseng Mercon Bu Narti

Tentu saja dinamai mercon karena karena rasa pedasnya yang benar-benar meledak di mulut. Berdiri sejak sekitar 20 tahun lalu ketika negara ini dilanda krisis ekonomi, oseng-oseng racikan Bu Narti terdiri dari potongan kikil, daging, gajih atau jeroan, kulit dan tulang muda serta cabai rawit utuh yang melimpah.

  1. Mangut Lele Mbah Marto, Panggungharjo
Mangut Lele Mbah Marto

Lokasinya memang memaksa anda untuk blusukan ke dalam kampung, namun setibanya di sana, pelayanan ramah Mbah Marto yang telah berjualan sejak 1960 akan langsung membuat hati adem. Mangut lele merupakan sajian berupa lele yang diasap dicampur kuah santan pedas dan disajikan langsung di dapur.

  1. Bakmi Mbah Mo, Code
Bakmi Mbah Mo

Bakmi Mbah Mo wajib dikunjungi anda yang mengaku penggemar mie. Aneka pilihan mie rebus dan bakmi goreng dengan campuran telur bebek dan suwiran ayam kampung yang dimasak di atas tungku arang akan membuat makan malam makin meriah. Jangan lupa melengkapinya dengan kopi jahe hangat atau teh nasgitel khas Jogja.

  1. Lesehan Terang Bulan (SBTB), Malioboro
Lesehan Terang Bulan (SBTB)

Burung dara goreng di warung lesehan Sebelah Barat Terang Bulan (SBTB) yang disantap bersama nasi hangat akan siap menggugah selera makan anda. Konon, warung kuliner Jogja ini adalah salah satu lesehan paling ramai di Jogja. Siap-siap mengantre ya!

  1. Angkringan Kopi Jos Lek Man, Sosromeduran
Angkringan Kopi Jos Lik Man

Sudah banyak diliput media dan terkenal sebagai pionir angkringan Jogja, Lek Man sudah lebih dulu punya nama besar dibandingkan streetfood lainnya di Jogja. Jangan lupa mengabadikan momen berlesehan di tikar sambil menyeruput kopi jos (kopi dengan celupan arang panas) ditemani nasi kucing yang tersohor dengan lauk aneka sate dan gorengan sambil diiringi musisi jalanan.

  1. Entok Slenget Kang Tanir, Turi
Entok Slenget Kang Tanir

Entok slenget agaknya terdengar asing bagi anda yang baru pertama kali singgah di Jogja. Entok diracik menjadi sajian yang empuk dengan cita rasa menyengat di lidah (slenget) oleh tangan dingin Kang Tanir. Hanya dengan Rp 16.000, anda sudah bisa menikmati kuliner legendaris ini.

  1. Nasi Teri Pojok Gejayan
Nasi Teri Pojok Gejayan

Para alumni UGM dan UNY pasti sudah tak asing lagi dengan warung lesehan satu ini. Ikan teri goreng yang kriuk atau sayur teri dengan cita rasa pedas ditemani kering tempe dan nasi pulen hangat, dijamin ampuh menjadi obat keroncongan malam hari.

  1. Nasi Brongkos Warung Handayani, Kraton
Nasi Brongkos Warung Handayani

Nasi brongkos adalah nasi yang dilengkapi sayur dan lauk kacang, juga dipadukan dengan kuah santan gurih yang mengundang pengunjung untuk balik lagi ke Warung Handayani. Jangan lupa mencoba brongkos telur atau brongkos kopyor untuk kudapan siang hari.

  1. SGPC Bu Wiryo 1959, Depok
SGPC Bu Wiryo 1959

SGPC maksudnya adalah sego pecel. Anda jangan merasa heran kalau tempat ini selalu penuh ketika akhir pekan, alasannya tentu karena kelezatannya sudah terkenal sejak dulu kala. Sego pecel atau nasi pecel disini dapat dinikmati dengan telur ceplok, aneka gorengan, sate telur puyuh serta sate usus. Namun yang paling istimewa sudah pasti siraman bumbu pecelnya yang menggoda.

  1. Wedang Tahu Bu Sukardi, Jetis

Jika di area lain di Indonesia, hidangan ini sering dikenal dengan sebutan tahwa atau kembang tahu. Kudapan pagi yang ringan menggunakan olahan kedelai lembut yang dilengkapi dengan kuah jahe mirip ronde, cocok sekali dimakan sebagai santapan ringan sebelum beraktivitas seharian.

Baca Juga : Tempat Ngopi di Jogja

  1. Jenang Lempuyangan Bu Gesti, Lempuyangan
Jenang Lempuyangan Bu Gesti

Kuliner Jogja satu ini menjadi pembuktian bahwa jajanan tradisional tak pernah kehilangan penggemar. Tiga macam jenang atau bubur tradisional yang manis legit bisa dicoba di sini seperti jenang sumsum, jenang candil, dan jenang mutiara. Ketiganya dapat membawa kenangan manis selama jalan-jalan di Jogja. Jangan heran kalau jenang ini juga menjadi kegemaran Presiden Soeharto, Presiden Megawati, serta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *